Sejarah Desa

Halaman Sejarah Desa

 

SEJARAH DESA KEBOCORAN

Kebocoran merupakan sebuah desa di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Desa yang berada di arah barat laut Purwokerto, berjarak sekitar 5.9 kilometer dari alun-alun Purwokerto. Diketahui bahwa penamaan desa-desa di Kabupaten Banyumas tidak dapat dilepaskan dari  cerita rakyat Babad Kamandaka. Babad Kamandaka adalah kisah jaman kerajaan yang menceritakan perjuanngan Raden Banyak Cokro, diyakini sebagai putra Pabru Siliwangi, Raja Pajajaran.

Alasan pemberian nama desa kebocoran tersebut bersumber dari kisah legenda masyarakat pada cerita kamandaka. Pada cerita kamandaka tersebut dikisahkan bahwa saat Raden Banyak Cokro berpetualang si suatu daerah di kaki Gunung Slamet. Ketika itu, Raden Banyak Cokro berniat untuk singgah di daerah tersebut dan pada suatu hari Raden Banyak Cokro bertemu dengan adiknya bernama Raden banyak Ampar. Keduanya saling tidak suka dan bermusuhan walaupun satu keluarga. Ketika itu pula Raden Banyak Cokro dan Raden Banyak Ampar bertarung habis-habisan di daerah mereka bertemu tersebut. Pada saat itu pula Raden Banyak Cokro terkalahkan oleh Raden Banyak Ampar dan Raden Banyak Ampar mengalahkan kakaknya, yaitu Raden Banyak Cokro dengan menusukkan senjatannya ke tubuh kakaknya tersebut. Tusukan senjata Raden Banyak Ampar tersebut menyebabkan darah dari tubuh Banyak Cokro mengalir terus-menerus, seperti wadah air yang bocor. Melalui kisah ditusuknya Raden Banyak Cokro oleh Raden Banyak Ampar yang menyebabkan darahnya mengalir tanpa henti “Bocor”, maka dinamailah daerah tersebut dengan nama “Kebocoran” dan sekarang daerah tersebut masuk ke dalam suatu desa di Banyumas Kecamatan Kedungbanteng, tepatnya yaitu Desa Kebocoran