Berita 10 Sep 2026 10 Dilihat

Rembug Stunting Desa Kebocoran, Perkuat Komitmen Bersama Cegah Stunting dan Jaga Kesehatan Masyarakat

Website Resmi Desa Kebocoran

Rembug Stunting Desa Kebocoran, Perkuat Komitmen Bersama Cegah Stunting dan Jaga Kesehatan Masyarakat

KEBOCORAN – Pemerintah Desa Kebocoran, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas menggelar Rembug Stunting Desa Kebocoran pada Kamis, 10 September 2026, di Balai Desa Kebocoran. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya desa dalam mencegah dan menangani stunting sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

Rembug diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari kader kesehatan, Tim Penggerak PKK Desa Kebocoran, Ketua RT, Ketua RW, BPD, hingga Karang Taruna. Kehadiran lintas unsur ini diharapkan memperkuat kerja sama dalam pelaksanaan program kesehatan di desa.

Acara diawali sambutan Kepala Desa Kebocoran yang menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan perhatian dan kolaborasi banyak pihak. Pemerintah Desa, kata dia, berperan mendukung upaya tersebut melalui penganggaran kegiatan yang berkaitan dengan penurunan stunting, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, hingga pemantauan tumbuh kembang anak.

Selanjutnya, sambutan Camat Kedungbanteng yang diwakili oleh Ibu Tuti menekankan pentingnya kebersamaan dan koordinasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat dalam menangani persoalan kesehatan di wilayah Kecamatan Kedungbanteng.

Puskesmas Ingatkan Waspada Chikungunya

Sesi berikutnya diisi materi dari Puskesmas Kedungbanteng. Selain membahas stunting dan kesehatan ibu-anak, Puskesmas juga menyampaikan informasi penting terkait ditemukannya kasus penyakit chikungunya di wilayah Kecamatan Kedungbanteng.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan melalui nyamuk tersebut dengan menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus di lingkungan rumah masing-masing.

Rumuskan Kegiatan Tahun 2027

Pendamping Desa, Bapak Ahmad Chalimi, dalam materinya menegaskan bahwa Rembug Stunting kali ini memiliki tujuan strategis, yakni untuk merumuskan kegiatan prioritas desa untuk tahun anggaran 2027.

"Rembug Stunting bukan hanya diskusi, tapi forum untuk menyepakati apa yang akan kita anggarkan dan laksanakan di tahun 2027. Hasilnya harus berbasis kebutuhan riil dari bawah, dari masing-masing RW," jelas Ahmad Chalimi.

Ia memaparkan bahwa hasil rembug yang dihimpun dari masing-masing RW mengerucut pada tiga usulan utama sebagai intervensi pencegahan stunting, yaitu:

1. Program Jambanisasi: Peningkatan akses sanitasi layak bagi keluarga yang belum memiliki jamban sehat, sebagai upaya memutus rantai penyakit infeksi yang menjadi salah satu penyebab stunting.
2. Peningkatan Sarana dan Prasarana Posyandu: Perbaikan dan penambahan alat serta fasilitas posyandu agar pelayanan pemantauan tumbuh kembang balita dan ibu hamil lebih optimal.
3. Jaminan Sosial bagi Warga Kurang Mampu: Dukungan jaminan sosial untuk keluarga berisiko stunting, khususnya warga kurang mampu, agar dapat memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan dasar.

Menurutnya, ketiga program tersebut akan menjadi bahan masukan dalam Musyawarah Desa untuk penyusunan RKPDes Tahun 2027, sehingga intervensi penanganan stunting lebih terarah, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Membangun Kepedulian dari Desa

Melalui Rembug Stunting ini, Pemerintah Desa Kebocoran berharap terbangun pemahaman yang sama dan kepedulian bersama. Dengan melibatkan kader, PKK, RT/RW, BPD, dan Karang Taruna, informasi dan komitmen yang dihasilkan dapat diteruskan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

Pemerintah Desa Kebocoran menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program kesehatan masyarakat melalui perencanaan dan penganggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan desa. Karena pencegahan stunting dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar.

Tulis Komentar